Lockdown Jakarta! Apa Dampaknya?

Apa itu Lockdown ?

Lockdown berdasarkan kamus bahasa inggris artinya adalah kuncian. Maksudnya, negara yang terinfeksi virus corona mengunci akses masuk dan keluar untuk mencegah penyebaran virus corona yang lebih luas.

Lockdown juga diikuti dengan larangan mengadakan pertemuan yang melibatkan banyak orang, penutupan sekolah, hingga tempat-tempat umum. Dengan begitu, risiko penularan virus corona pada masyarakat di luar wilayah lockdown bisa berkurang.

Lockdown menjadi langkah yang dilakukan sejumlah negara di dunia dalam menekan penularan virus corona (COVID-19). Beberapa negara yang sudah memberlakukan lockdown, diantaranya Italia, Denmark, Filipina, dan Irlandia.

Sementara di Indonesia khususnya kota jakarta menjadi perbincangan ditengahnya wabah virus corona, kebijakan lockdown sampai saat ini belum ditempuh pemerintahan Presiden, Joko Widodo. Namun muncul aspirasi, agar pemerintah pusat menutup akses keluar masuk wisatawan asing. Alasannya tentu untuk mengantisipasi masuknya COVID-19 yang dibawa wisatawan mancanegara (wisman).

Lantas dampak apa sisi positif dan negatif, jika lockdown diberlakukan?

lockdown adalah upaya menutup akses masuk ke suatu negara/wilayah/pulau, baik di darat, laut, maupun udara. lockdown menjadi satu langkah memotong rantai penularan corona. Meski berisiko terhadap sektor perekonomian dan pariwisata, akan tetapi lockdown positifnya adalah langkah besar untuk menyelamatkan kepentingan skala makro.

Tentunya kita harus memilih risiko yang besar. Memilih risiko yang besar terhadap penyebaran virus. Dan kita mesti mencermati bahwa ini lebih dilakukan agar penyebaran virus corona tidak menyebar begitu cepat, dan kita memotong rantai penyebaran karena Keselamatan menjadi bagian penting.

Negatifnya jika dilakukan lockdown secara total sector pariwisata, maka secara tidak langsung akan mematikan pedagang kecil yang mencari nafkah di kawasan wisata dan juga berimbas ke sektor yang lebih besar seperti perhotelan, resorts dan travel agent. Sehingga menurunnya lapangan pekerjaan hingga banyak perusahaan di bidang pariwisata tutup, pendapatan daerah menurun dan bisa menurunnya taraf hidup masyarakat di lokasi wisata.

Dalam hal ini, mata pencarian warga, rata-rata bersumber dari jasa pariwisata. Maka dari itu harus di pertimbangkan kembali jika diterapkan lockdown bagi pariwisata. Berharap pemerintah tetap membuka akses pariwisata dengan mengurangi perkumpulan masa, Melakukan prosedur dengan mendeteksi suhu tubuh, menggunakan hand sanitizer. Kemudian, tidak menutup pelayanan kesehatan, posyandu, puskesmas.

Writter by :

Asep Budiawan,ST,.Mos